Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Inilah Penyebab Tunjangan Guru Terhambat


Pemerintah diwakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengakui tunjangan guru masih sering terhambat di beberapa daerah. Meski demikian, guru diminta untuk selalu meningkatkan kinerjanya. 


Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar (Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Surapranata mengungkapkan penyebab penyaluran tunjangan guru terhambat.

Pertama, guru mungkin belum memenuhi syarat administratif sebagai penerima tunjangan. "Kedua, karena upload verifikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang menjadi acuan data pemberian tunjangan guru masih berjalan," kata Sumarna, di Manado Jumat (12/4).

Setidaknya terdapat empat jenis tunjangan yang diterima guru yakni tunjangan profesi, tunjangan profesional, tunjangan khusus, dan bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S1/D1V.

Menurutnya, tunjangan yang masih terhambat memang penyaluran tunjangan profesi. Pasalnya, ada guru untuk memenuhi 24 jam tatap muka mengajar tidak sesuai latar belakang sertifikasinya. "Atau ada pemindahan guru antar jenjang misalnya guru SD mengajar SMP," kata Sumarna.

Lebih lanjut Direktur Pembinaan P2TK Dikdas Sumarna menuturkan penyaluran tunjangan guru harus memenuhi asas 3TA yakni tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah, juga akuntanbel. 

Ia mengatakan asas distribusi tunjangan guru 3TA tersebut merupakan instruksi Presiden kepada Kemdikbud. "Berdasarkan instruksi Presiden tertanggal 31 Juli 2012 bahwa seluruh tunjangan guru harus memenuhi 3TA," ujar Sumarna.

Tunjangan Guru Tertunda Gara-Gara Internet
Ketua Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara M. Rusli Asaf mengeluhkan akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). 

Padahal, penyaluran tunjangan guru bergantung dari sistem tersebut."Permasalahan mendasar untuk Indonesia bagian timur yakni sulitnya mengakses internet dalam pemenuhan Dapodik. Sedangkan sistem Dapodik yang bersifat online berbasiskan internet," ujar Rusli di Manado Sabtu (13/4).

Selain sulitnya mengakses internet, Rusli mengungkapkan minimnya sumber daya yang mengerti IT menjadi kendala dalam pemasukan data Dapodik oleh KKDATADIK kabupaten. "Sedikit operator sekolah yang mengerti bagaimana cara untuk mengakses Dapodik," katanya.

Menurutnya, penetapan sistem Dapodik oleh pemerintah pusat menggenarilisasi kondisi seluruh Indonesia. Pemerintah mengganggap semua wilayah sama seperti Jakarta, tidak melihat masih ada yang terbelakang dalam hal akses informasi.

"Jangankan untuk internet, untuk menelepon saja harus cari sinyal dekat-dekat laut," kata Rusli. Jika sulit memasukan data untuk Dapodik secara online, pemerintah memperbolehkan melalui offline yakni pengiriman berkas data secara manual.

Akan tetapi Rusli mengatakan tidak semua model pengisian data dalam Dapodik bisa dilakukan dengan manual."Misalnya data untuk daftar guru dalam rombel itu ada yang bisa melalui offline dan ada yang melalui online. Kebanyakan harus online," tutur Rusli.

Sulitnya mengakses Dapodik secara online, menurut Rusli, menjadi salah satu kegagalan dalam penyaluran tunjangan guru. "Kami tidak bisa salahkan operator karena memang keterbatasan akses," ujarnya.

Sumber: Republika

Rabu, 03 Oktober 2012

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas



Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas
Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Bicara mengenai pengukuran artinya harus ada alat ukurnya, kalo alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan pendidikan karakter?
Jika diberi soal mengenai pendidikan karakter maka soal tersebut tidak benar-benar mengukur keadaan sebenarnya. Misalnya, jika anda bertemu orang yang tersesat ditengah jalan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalananya apa yang anda lakukan? Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah menolong orang tersebut, entah memberikan uang ataupun mengantarnya ke tujuannya. Pertanyaan saya, apabila hal ini benar-benar terjadi apakah akan terjadi seperti teorinya? Seperti jawaban ujian? Lalu apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai dengan indikator perilaku yang dikehendaki. Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa tersebut tidak tahu saat dia sedang di observasi. Nah, kita dapat menentukan indikator jika dia memiliki perilaku yang baik saat guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan dengan seksama, tidak ribut dan adanya catatan yang lengkap. Mudah bukan? Dan ini harus dibandingkan dengan beberapa situasi, bukan hanya didalam kelas saja. Ada banyak cara untuk mengukur hal ini, gunakan kreativitas anda serta kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.
Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang. Menurut Helen Keller (manusia buta-tuli pertama yang lulus cum laude dari Radcliffe College di tahun 1904) “Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved”.
Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksudkan untuk menjadi salah satu jawaban terhadap beragam persoalan bangsa yang saat ini banyak dilihat, didengar dan dirasakan, yang mana banyak persoalan muncul yang di indentifikasi bersumber dari gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai-nilai moral terhadap peserta didiknya. Hal ini tentunya sangat tepat, karena tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, namun juga menciptakan insan yang berkarakter kuat. Seperti yang dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni “intelligence plus character that is the goal of true education” (kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus lebih dari itu, dijalankan dan dipraktekan. Mulailah dengan belajar taat dengan peraturan sekolah, dan tegakkan itu secara disiplin. Sekolah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang dengan baik di sekolah yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah dalam keseharian kegiatan di sekolah.
Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus diantara ketiga stakeholders terdekat dalam lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara stakeholder lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat siklus pembentukan tersebut. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. Menurut Qurais Shihab (1996; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan disini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama.
Ingin mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas? Maka kuncinya sudah dipaparkan diatas, ada alat ukur yang benar sehingga ada evaluasi dan tahu apa yang harus diperbaiki, adanya tiga komponen penting (guru, keluarga dan masyarakat) dalam upaya merelaisasikan pendidikan karakter berlangsung secara nyata bukan hanya wacana saja tanpa aksi. Ingat, Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Dan yang terpenting adalah praktekan setelah informasi tersebut di berikan dan lakukan dengan disiplin oleh setiap elemen sekolah.

Sabtu, 10 Desember 2011

Bahasa Indonesia "Gado-Gado"

... Kami putra dan putri Indonesia mengaku
berbahasa satu, bahasa Indonesia

Rekan-rekan guru pasti tahu maksud penggalan diatas, itu merupakan penggalan dari Sumpah Pemuda. Yang di cetuskan tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia diikrarkan sebagai “bahasa persatuan.” Dan, selanjutnya, menjadi bahasa negara sejak ditetapkannya UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.
Pada sekitar 1990, slogan Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar sangat akrab bagi pemerhati bahasa Indonesia. Meskipun sebuah slogan, maksud ungkapan tersebut sarat dengan muatan “keprihatinan” tentang kedisiplinan penutur bahasa Indonesia yang kurang menaati norma baik dan benar.


Ironisnya pada era sekarang jarang sekali masyarakat Indonesia yang mengerti berbahasa yang baik dan benar. Di daerah sekitar SD Negeri 3 Sumberargo yang mayoritas penduduknya suku Madura, maka dalam berbahasa Indonesia mereka cenderung bercampur aduk dengan dialek Madura. Jangankan masyarakat kecil pejabat kita banyak yang menggunakan bahasa Indonesia yang dapat kami istilahkan "gado-gado". Bahkan Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sering menggunakan bahasa "gado-gado" dengan bahasa asing dalam pidato kenegaraan pada tanggal 3 Januari 2010. Sangat ironis sekali, berikut potongan berita pidato kenegaraan menggunakan bahasa "gado-gado" oleh Presiden RI .


Pidato Kenegaraan Presiden berbahasa "gado-gado" sumber : VIVAnews.com

VIVAnews Selama ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang dikenal sering menyelipkan istilah bahasa Inggris dalam pidato-pidatonya. Dalam pidato awal tahun pun, tak lupa SBY menyelipkan banyak istilah bahasa Inggris.

Ini dilakukan SBY dalam sambutan saat membuka perdagangan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 3 Januari 2010. Namun, berbeda dengan sebelumnya, SBY seperti memberikan pengajaran bahasa Inggris kepada pendengar yang menghadiri pembukaan perdagangan saham perdana di BEI.

Misalnya saat menjelaskan Rancangan Kerja Pemerintah tahun 2010. SBY mengatakan RKP 2010 mengandung tema pemulihan ekonomi untuk menjaga kesejahteraan rakyat.

"Dengan bahasa bebas saya katakan, minimizing the impact of the global economy crisis," kata SBY yang seperti menerjemahkan tema RKP 2010 itu ke dalam bahasa Inggris.

Saat menjelaskan pertumbuhan ekonomi, SBY juga mengulang dalam bahasa Inggris. "Pertumbuhan harus disertai pemerataan, growth with equity," ujar SBY.

Kemudian, SBY mengatakann banyak negara maju yang mengalami defisit, sehingga melakukan kebijakan ikat pinggang. Itu kemudian dijelaskan dalam bahasa Inggris oleh SBY sebagai "Authority yang menyakitkan, painful, dan menimbulkan gejolak politik dan sosial biasanya."

Saat menjelaskan soal krisis di negara maju, SBY juga menyelipkan bahasanya Ratu Elizabeth.

"Negara maju, barangkali gilirannya memang begitu. Tidak ada yang meramalkan, semuanya, everything is nice," kata SBY.

Pernyataan Presiden ini sempat mengundang tawa peliput. Namun suasana berubah hening saat seorang Pasukan Pengamanan Presiden meminta wartawan untuk tidak tertawa. "Kurang keras ketawanya," ujar Paspampres itu.

Pidato awal tahun SBY itu sendiri berlangsung selama sekitar 70 menit dengan puluhan kalimat bahasa gado-gado yang diucapkan
Berikut kalimat gado-gado yang digunakan SBY selama pidato:
1. Dalam melakukan evaluasi kita harus merujuk pada parameter dan ukuran yang jelas. Correct measurement.

2. Jangan mengukur sesuatu yang tidak menjadi rencana yang dijalankan pemerintah pada 2010 kemarin, termasuk means yang kita gunakan…

3.…bukan hanya ditinjau dari implementasi dari kinerja pemerintah. Tetapi, secara umum, in general, kita harus juga melihat…

4. Pemulihan ekonomi untuk menjaga kesejahteraan rakyat, atau dengan bahasa bebas saya katakan minimizing the impact of the global economic crisis.

5.Kita tetapkan sejumlah kebijakan, policies, dan tindakan nyata, actions

6.....dan segala upaya yang intinya adalah economic recovery dan maintaining people’s welfare.

7.....mari kita lihat satu persatu, pertumbuhan ekonomi growth…

8. Insya Allah tahun 2010 ini kita bisa mencapai enam persen, close to six percent.

9.…tujuan untuk sebuah pemulihan ekonomi, economic recovery itu dicapai.

10. Inilah yang mendongkrak perekonomian kita sekarang ini, dan Insya Allah growth itu akan menjadi lebih sustain.

11. Unemployment menurun. Banyak negara yang meledak unemploymentnya.

12. Kalau kita bicara pertumbuhan harus disertai dengan pemerataan, growth with equity.

13...…didukung tata kelola good governance.

14. Sekarang seperti apa structure, magnitude dan sasaran APBN 2011..

15. Supaya saudara tau makna dan arti penting APBN sebagai means sebagai tools untuk mencapai tujuan dan sasaran.

16. APBN dalam arti government expenditure, government spending…

17.…menuju sebuah anggaran yang berimbang, balance badget.

18.…yang menyakitkan, yang painful.

19....ternyata hanya mencapai 0,62 persen. Why? Bukan karena kita tidak membelanjakan, tetapi revenue itu ternyata lebih tinggi sepanjang 2010.

20. Tapi, kami pemerintah mengatakan, it is achievable, bisa dicapai.

21. …lebih baik yang realistic, achievable, attainable.

22. Apa faktor yang bisa menggagalkan pencapaian sasaran itu, atau dari perspektif yang lain what kind of assumptions yang bisa kita tetapkan…

23. …semua proyeksi, semua estimate, di semua negara bagus, global economy will grow.

24. Tidak ada yang meramalkan, semuanya everything is nice.

25. Dunia ini ada siang ada malam, ada good news, ada bad news.

26. Bad news yang saya maksudkan adalah we have to anticipate kita harus mengantisipasi sesuatu yang bisa memberikan dampak pada perekonomian kita.

27. Dunia tengah menyusun kembali, economic order atau financial architecture.

28. Kebijakan mata uang yang “dilemahkan” , dalam teori ekonomi adalah strategic currency untuk kepentingan special purpose.

29. Ini kalau melebihi kepatutan, dicari-cari, menjadi tidak sehat, menjadi unfair. Meskipun kita tahu ekonomi itu ya unfair memang.

30. Ekonomi itu unfair, unstable, unsustainable.

31. …yang juga menjadi faktor adalah climate change.

32. Chile bulan Februari dihantam gempa bumi 8.8 skala richter. This morning dihantam lagi 7,1 skala richter. Memang chile sama dengan Indonesia pada ring of tectonic plates itu yang mudah sekali terjadi gempa dan tsunami.

33. Perubahan climate yang ekstrim mengubah pola pertanian. Bisa mengganggu supply pada komoditas pangan dunia.

34. Insya Allah tidak ada lah negara yang menyerang Indonesia secara militer itu. Tetapi yang non-traditional security threat itu banyak.

35. Kita pegang pula tujuan dan sasaran pembangunan yang harus kita capai yang handak kita capai dan mari kita pahami kebijakan dan strategi yang telah kita tetapkan to achieve our national goal yang saya sampaikan tadi.

36. Kita ingin menjadi emerging nation.

37. Kita punya RPJPN yaitu time horizonnya 2025.

38. Kita ingin menjadi emerging nation dengan tingkat kemajuan level of development dan kesejahteraan the prosperity yang jauh lebih baik dibandingkan sekarang.

39. That’s our vision, 2025. Long term vision, strategic vision.

40. Sambil kita membangun diri menuju emerging power, emerging nation, emerging country, emerging economy, mari kita pastikan tiga pilar itu berjalan secara simultan.

41.…maka kita bisa menjaga sustainable growth with equity pertumbuhan ekonomi berkeadilan berkelanjutan.

42. Saya ingin membawa saudara ke sesuatu yang fundamental sesuatu yang makro big picture dari perjalanan perekonomian kita.

43..…harus didorong untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak, job creation.

44.…agar ada special treatment, ada special policy could be insentive bagi industry bagi manufaktir apapun yang creating more job membuka lapangan pekerjaan yang besar.

45. Last but not least, kalau kita bicara four track strategy, adalah pro environtment.

46.…saya pelajari growth model model pertumbuhan yang dipilih dari satu negara ke negara lain.

47.…itu salah satu choice, apakah kita memilih itu, low growth.

48. Ini godaan untuk emerging economy, godaan untuk developing nation.

49. …sehingga tidak dibayangi generasi mendatang dengan hutang yang tinggi low debt dan controllable carbon use.

50. Barangkali inilah path atau jalan yang kita pilih menuju emerging economy.

51. Pendekatan neoclassical kadang-kadang sudah irrelevant.

52. Kita ini harus terus menerus pandai mencari peluang dalam arti finding and creating opportunities…

53. Kita akan menjadi the looser dalam era globalisasi kalau tidak pandai mendapatkan dan mencari dan menciptakan peluang.

54. There is no shortcut, saudara tau tidak ada jalan pintas. There is no magic formula, tidak ada resep ajaib untuk bikin negara kita makmur.
• VIVAnews

Sebagai Guru di Indonesia, kita punya andil dalam memperbaiki khasanah berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Selasa, 22 November 2011

WAWASAN NUSANTARA DI AMBANG TITIK NADIR?


Sesuatu yg memprihatinkan bagi kita para guru. Baru-baru ini salah satu televisi swasta nasional membuat suatu kesalahan yang fatal dan memalukan menurut pandangan kami.coba anda lihat gambar dibawah ini.
Di dalam laporan berita tersebut tertulis nama kota yakni Mataram, NTT.
Pasti para guru bertanya-tanya dalam hati, sejak kapan kota Mataram pindah ke provinsi Nusa Tenggara Timur? Padahal setahu kita kota Mataram itu terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat. Seandainya salah satu murid kita di SD sedang melihat berita di  TV ini dan kemudian hari ada ulangan di sekolahnya tentang nama Ibu kota provinsi di Indonesia, apakah nantinya malah si anak menjawab seperti di TV itu?
Apakah ini tanda-tanda Wawasan Nusantara di Indonesia sudah mengalami titik nadir?
Ini adalah PR bagi kita para guru secara khususnya untuk lebih meningkatkan Wawasan Nusantara pada anak didik kita.


Kamus Besar Bahasa Indonesia : 
titik nadir = titik yg paling rendah dr bulatan cakrawala (bola langit) yg terletak tepat di bawah kaki pengamat; titik kaki
kb. titik terendah, nadir

Lampiran sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Mataram_(city)

Mataram (kota)

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas


Mataram (Kota Mataram) adalah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (Nusa Tenggara Barat). Kota ini terletak 
dalam Kabupaten Lombok Barat (Kabupaten Lombok Barat) dan terletak di sisi barat Pulau Lombok , Indonesia . 
Itu juga merupakan kota terbesar di provinsi, dan memiliki populasi 402.296 pada Sensus 2010.
Selain melayani sebagai ibukota propinsi, Mataram juga telah menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, 
perdagangan, industri dan jasa. Tiga kota merupakan daerah Mataram, dari barat ke timur, ini adalah Ampenan , 
Mataram, dan Cakranegara . Mereka adalah kota-kota yang berbeda, tetapi dijalankan bersamaan. Secara umum,
Ampenan adalah sebuah kota pelabuhan tua, Mataram adalah pusat pemerintahan dan kantor untuk provinsi, dan 
Cakranegara merupakan pusat komersial utama di pulau itu. Ada enam kecamatan Mataram, yaitu Ampenan, 
Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang, Sekarbela, dan. Daerah kabupaten Mataram berisi 50 kampung 
(desa / lingkungan) dan 297 (RT) kampung sub-bagian.
Kota ini dilayani oleh Bandara Internasional Lombok (Bandara Internasional Lombok) ( IATA : LOP, ICAO : 
WADL) di Lombok Tengah , oleh pelabuhan Harbour Lembar di Lombok Labuhan barat daya dan pelabuhan feri 
di pantai timur yang menyediakan koneksi ke Gambar Tano di Sumbawa. Mataram terletak di dekat pantai barat 
Lombok, sehingga sangat dekat dengan pusat pariwisata pulau dari Senggigi pantai, yang merupakan jarak 
pendek utara dari Ampenan.
Mataram sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat sebelum pembagian wilayah tersebut. 
Ibukota Lombok Barat dipindahkan ke Gerung pada tahun 2000. [3] [4]
Mataram juga kursi kekuasaan untuk raja Mataram (Seraja), yang kadang-kadang dikontrol melalui tetangga 
Singaraja , Bali.


Mataram
Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat

8 ° 35'S 116 ° 7'EKoordinat : 8 ° 35'S 116 ° 7'E
NegaraIndonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat [1]
PulauLombok
sub-distrik6
Pemerintah
- JenisKecamatan
Daerah
- Total61,30 km 2 (23.7 sq mi)
Populasi (2008 [2] )
- Total402,296
- Kepadatan6,562.7 / km 2 (16,997.4 / sq mi)
- EtnisSasak , Bali , Tionghoa peranakan- ,orang Sumbawa , orang Flores , Arab Indonesia
- AgamaIslam , Kristen , Hindu , Katolik , Buddha
2010 Sensus
Zona waktuWITA ( UTC +8 )
Situshttp://www.mataramkota.go.id/
Sebelumnya Ibukota Lombok Barat
Walikota Ahyar Abduh-H-H Mohan Roliskana
Kepemilikan Mayoral 2010 - 2015



Mataram terletak di Lombok